Property of the week

​Property of  Week 1 September!!!

Jual Cepat!!! Harga Terbaik!!!

1. (HOT LISTING!) Rumah Green Garden, 8×15, 3Lt, Selatan, SemiFurn, Rp 3,2M

2. Apartement Essence Dharmawangsa, 163m2, South Tower Lt <20, 3BR, Furn, Rp 5,8M

3. Rumah Puri Indah, 10×20, 1 Lt, Utara, UnFurn, Rp 4,8M

4. Apartment Madison Park, Lt9, View Pool, 1 BR, FullyFurn, Rp 1M

5. Rumah Menteng, 13×34, 3,5Lt, Barat, SemiFurn, Rp 40M

6. Rumah Tanjung Duren, 3×13, 3Lt, Selatan, BrandNew, Rp 1,45M

7. Ruko Taman Semanan Indah, 6×15, 2Lt, Selatan, UnFurn, Rp 4,1M

8. Rumah Kresek Indah, 4×15, 2Lt, Rp 1,05M

9. Kavling Kebon Jeruk Indah, 10×18, SHM, Rp 12jt/m2

10. Rumah Taman Kota, 10×16, 1,5Lt, Timur Laut, UnFurn, Rp 2,3M

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Patty

Property Consultant

LJ Hooker Taman Semanan

✆ 08170777022/WA

✉ patty.ljhts@gmail.com

Terima kasih atas perhatiannya, mohon bantu broadcast kepada yang membutuhkannya.

Seven UP

*Seven-Up (7-Up)* untuk semangat perjuangan kita di pagi yg cerah ini :

1. *Get Up*
Tidak peduli berapa kali upaya kita mengalami kegagalan, mari kita bangun lagi!.💪

2. *Dress Up*
Kecantikan dari dlm jauh lebih penting daripada sekedar hiasan luar & sementara.❤

3. *Shut Up*
Berhentilah bicara ttg kesuksesan masa lalu & berkeluh kesah ttg masalah yg kita hadapi. Setiap manusia mempunyai medan perjuangannya masing-masing. Jadilah pejuang yg tangguh & berhenti mengasihani diri sendiri!.☝

4. *Stand Up*
Berdirilah teguh, yakin bahwa kita pasti berhasil.👏👋

5. *Look Up*
Jangan lihat diri kita yg sangat terbatas, tetapi lihat Tuhan Sang Khalik Pencipta kita yg tak terbatas.🙌

6. *Reach Up*
Capailah lebih tinggi dari prestasi sebelumnya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟

7. *Level  Up*
Tingkatkan  semua impian kita dlm doa & ucapan syukur.👏

Ketika orang lain membenci kita tanpa alasan. Ingatlah ada *Tuhan*, yang akan selalu mencintai kita tanpa alasan.😇😇

🌷🌷🌷🌷😊

Karyawan Tidak Perlu Beli Asuransi

SAYA CUPLIK POSTINGAN INI DARI SEORG SAHABAT: Kisah Nyata “Karyawan Tidak Perlu Beli Asuransi”
       

Beberapa Tahun Lalu Ketika kami menawarkan Asuransi kepada seorang Manager di sebuah Perusahaan Ternama di Bekasi, Beliau Menjawab : “Kami Tidak Perlu beli Asuransi” Karena semua Biaya Perobatan Kami akan ditanggung Perusahaan, Berapapun itu biayanya..
Mendapat Jawaban itu, kami akhirnya Mundur dan tidak lagi menawarkan asuransi di Perusahaan tersebut.
       Singkat cerita, 3 Tahun kemudian, kami bertemu dengan seorang ibu dan menyampaikan : “Mas, maafkan dulu kami menolak ketika ditawari Asuransi. beberapa bulan lalu suami saya sakit kanker dan menghabiskan biaya Rp 500 Jutaan, dan memang semua ditanggung Perusahaan, namun sepulang dari rumah sakit kondisi suami saya tidak kunjung sembuh, dan saat itu justru Suami saya menerima surat PEMBERHENTIAN dari Perusahaannya.
        Suami saya menerima Pesangon Yang tidak seberapa dan harus meninggalkan rumah dan Mobil yang diberikan sebagai fasilitas suami saya sebagai manager. Setelah menerima surat itu suami saya Drop Lagi, dan pesangon itu habis untuk biaya perobatan di rumah sakit, karena sejak suami saya DIPECAT semua biaya Rumah sakit tidak lagi ditanggung oleh perusahaan.
       Akhirnya kami benar benar kehabisan semua barang yang Kami Punya, Kami bingung mau tinggal dimana karena tidak lagi punya rumah. dan Tidak lama suami saya MENINGGAL DUNIA.DAN KAMI BENAR BENAR MEMULAI HIDUP BARU TANPA MEMILIKI APA APA DAN SAYA HARUS MEMBESARKAN 3 ANAK SAYA SENDIRI.”
Sebuah kisah nyata itu akhirnya yang membuat KAMI TERPANGGIL UNTUK MEMAKSA ANDA SEMUA UNTUK MEMAHAMI RESIKO ANDA.
Hidup penuh resiko……

Mari berasuransi!

ASURANSI UNTUK MENEBUS WARISAN (ASURANSI BUKAN JUAL INVESTASI)

“Mas, asset saya banyak, rumah sudah ada tiga.  Mobil setiap anak sudah saya kasih.  Usaha sudah jalan, jadi buat apalagi punya asuransi”.  Beberapa calon klien saya yang kaya bilang begitu, hingga kemarin seorang teman di Semarang mengutarakan problem temannya.  Jadi ini cerita temannya teman.

Sebut saja namanya Fulan.  Orangtua Fulan kaya raya, pengusaha suplai besi untuk beton dan pekerjaan sejenisnya.  Jelas, hartanya banyak termasuk sebuah rumah megah dua lantai di sebuah Perumahan elit di Semarang.  Nilai taksirannya -kata Fulan- sekitar Rp 1.5 miliar.  Rumah senilai segitu di Semarang, jelas lumayan elit.

Hingga cerita ini dimulai.  Alkisah orang tua Fulan meninggal dunia, meninggalkan usaha (yang belakangan Fulan tak bisa mengelola dan meneruskannya, karena tak pernah terlibat di dalamnya), dan rumah mewah itu.  Karena tak lagi meneruskan usaha, membiayai rumah sebesar itu tentu menjadi beban berat bagi Fulan.  Tagihan listrik bengkak luar biasa (hampir diputus) dan Fulan memutuskan untuk menjual rumah, dengan putus asa.

Persoalan timbul saat akan menjual rumah “mahal” itu adalah adanya biaya-biaya yang timbul, proses notaris, pajak jual beli, balik nama sertifikat, dan biaya lain  Rumah senilai Rp 1.5 miliar butuh biaya untuk proses jual beli lebih dari Rp 100juta.  Uang dari mana, listrik saja menunggak?.

Teringat Fulan, saya teringat penolakan beberapa calon klien saya saat ditawari memiliki asuransi. 

Maka dalam Perencanaan Waris (Estate Planning), asuransi adalah instrumen penting.  Usaha bisa diwariskan, iya.  Tapi tak semua ahli waris bisa mengelola dan meneruskan usaha itu, boro-boro tambah maju, yang ada kebanyakan malah bangkrut.  Rumah bisa diwariskan, iya.  Tapi ternyata untuk proses “pengukuhan legalitas” nya butuh biaya yang besar, yang kadang justru membebani ahli waris.  Itu mengapa dalam kasus sengketa waris, rumah warisan adalah salah satu obyek yang terbanyak disengketakan.

Maka bila kisah anda mirip orang tua Fulan, memiliki asuransi adalah salah satu cara “membantu” ahli waris anda memuluskan jalan mereka memiliki hak mereka, secara legal.  Klaim asuransi jiwa adalah tunai, bebas pajak.  Bisa dipakai untuk menebus warisan, misalnya tergadai atau belum lunas.  Atau mungkin dipakai saat proses balik nama atau jual beli.

Jadi sekali lagi Asuransi bukan Tabungan.  Asuransi adalah bagian dari “Estate Planning”,  perencanaan waris. Tabungan (atau sebenarnya Investasi) dalam produk asuransi adalah benefit tambahan, bukan yang utama.  Yang utama adalah proteksi.  Bukan proteksi Jiwa atau Nyawa, bukan.
Tapi proteksi penghasilan, asset atau harta. 

Semoga kita semua tak seperti orang tua Fulan, yang merasa telah mewariskan harta, namun sebenarnya mewariskan “masalah” untuk para ahli warisnya.  Cukuplah kisah ini menjadi pelajaran.

Mari kita cerdas ber-Asuransi.

#1yangterpenting butuh asuransi hubungi

#AndreasTimothySutanto
#PatriciaWidyastuti
Info@JadiNomorSatu.com

Asuransi dan Pajak

INFORMASI PAJAK

Berikut beberapa point penting tentang Asuransi dan  Pajak.

– Hasil dari klaim Asuransi di Indonesia bukan merupakan obyek pajak.

– Paper Asset dalam bentuk Insurance tidak kena pajak dan berbeda dengan Property Asset

– Unit Link dibebaskan dari pajak karena ada fitur asuransi ( berbeda dengan reksadana atau jenis invesment lainnya )
Jadi mulai July 2015 tidak dikenakan pajak atas kelebihan antara penarikan dan penyetoran ( sebelumnya kena tax 20 % )

– Warisan dr Uang Pertanggungan Asuransi bukan obyek pajak di Indonesia = 0 % tax, tetapi di Jepang warisan bisa di kenakan pajak  sampai 70%. Dan di Amerika sampai 40 %.

– Hasil klaim Asuransi utk Beneficiary Owner ( bahasanya bukan untuk ahli waris – tp penerima manfaat bisa menyamping, menurun garis ke bawah ataupun untk siapapun  dan hasil klaim itu bukan obyek penghasilan kena pajak.

– Polis Asuransi tidak perlu untuk dilaporkan  dalam SPT,  di SPT th 2014 ada kolom investasi lainnya- dulu di SPT semula masuk ke kolom ini sekarang tidak perlu.

– Klaim atau withdrawal masuk sebagai  Cash Inflow saja tapi bukan penghasilan yang merupakan Objek pajak.

– Polis Asuransi di luar negeri  “return pajak tdk perlu dibawa balik” karena kalau dibawa balik ke Indonesia kena pajak hasil lain-lain, kecuali masuk sebagai warisan.

– Klaim Asuransi dari Polis Luar Negeri kena pajak sesuai ketentuan negara asal Polis tsb.

– Warisan dalam properti ketika balik nama akan kena Bea BPHTB, dan posisi  BPHTB ini bukan pajak ke Negara , tetapi masuk klasifikasi Bea  masuk ke pendapatan Daerah.

–  Jadi akan lebih baik punya warisan  dalam bentuk Polis Asuransi. Jika klaim Uang Pertanggungan  Free of tax. Warisannya juga free of tax.

– Apabila selama ini memiliki  Unreported asset tidak perlu disampaikan sebagai lampiran karena malah akan dikejar tebusan unreported asset. Jadi manfaatkan saja Tax Amnesty yang sedang dirancang  Pemerintah untuk live di September 2016.

Semoga bermanfaat.
(Irene Salaki adalah konsultan pajak yg sering dijadikan nara sumber tax planning oleh Financial Planner Association Indonesia)

#1ygterpenting butuh Asuransi hub
#AndreasTimothy Sutanto – andre@JadiNomorSatu.com
#PatriciaWidyastuti – patty@JadiNomorSatu.com

Like our FB Page :
www.AndreasTimothy.com